Samsung akan ‘Acak-acak’ Industri Otomotif dengan Investasi Rp324 Triliun


SEOUL (DP) – Jangan diartikan secara harfiah Samsung akan mengacak-acak industri otomotif dunia. Tapi dengan duit Rp324 triliun, Samsung memang bakal mengacaukan perlombaan menciptakan mobil pintar.

Betapa tidak, investasi sebesar US$22,3 miliar atau setara Rp324 triliun itu, akan menempatkan Samsung di depan sejumlah industri yang terkait dengan otomotif dan mobilitas manusia dalam beberapa tahun ke depan. Padahal saat ini banyak produsen mobil yang berlomba mengembangkan teknologi pintar dan bahkan sudah mengujicoba mobil tanpa pengemudi atau otonom.

Yakin bahwa masa depan akan bergantung dengan kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, komponen elektronik otomotif dan biofarmasi, Samsung menegaskan pihaknya akan berinvestasi setara dengan produk domestik bruto sebuah negara kecil untuk riset yang dibutuhkan dalam menciptakan beragam produk baru.

Secara keseluruhan, kata Samsung Electronics, dana investasi sebesar itu akan dibenamkan ke bisnis-bisnis yang disebutkan di atas tadi.

Baca juga:  Kolaborasi Apik Pertamina dan BMW Hadirkan Green Energy Station

Untuk industri otomotif, Samsung akan bertaruh pada maraknya pengembangan mobil otonom. Untuk bermain di sektor ini, konglomerat asal Korea Selatan ini akan menambah jumlah para peneliti AI menjadi 1.000 orang di seluruh dunia.

Samsung juga akan menjadi pemimpin di bisnis komponen elektronik untuk mobil masa depan, dengan memasok system-on-chips untuk pengemudian otonom, telekomunikasi dan teknologi display (layar).

“Samsung memperkirakan inovasi yang ditunjang oleh teknologi AI akan mendorong transformasi industri, sedangkan teknologi telekomunikasi generasi baru 5G akan menciptakan kesempatan baru dalam bidang pengemudian otonom, Internet of Things (IoT) dan robotik,” sebut Samsung.

Dengan ekspansi tersebut, Samsung akan meningkatkan jumlah pekerjanya sebanyak 40.000 orang dalam tiga tahun ke depan. Selain tenaga kerja langsung, beberapa industri penunjangnya diperkirakan menyerap tambahan 700.000 orang di seluruh dunia.

Langkah agresif Samsung itu pasti membuat ketar-ketir sejumlah produsen otomotif yang belakangan ini makin giat menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi demi menghadirkan mobil pintar bila infrastruktur dan penunjang lainnya sudah siap. [dp/TGH]

Baca juga:  Tax Holiday Pangkas Selisih Harga Mobil Biasa dan Listrik Jadi 30%


WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com