Kota dan Kabupaten Yang Teraman Versi Adira Insurance


JAKARTA (DP) – Pengelolaan tata kota yang baik tentunya berimbas pada banyak faktor. Salah satunya kondisi yang kondusif untuk keselamatan berkendara di jalan. Hal ini yang menjadi acuan terus digelarnya Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018, yang tahun ini memasuki kali keenam digelar.

Di ajang ini, kota dan kabupaten terbaik dalam penerapan tata kelola keselamatan jalan bakal dianugerahi penghargaan. IRSA sendiri merupakan rangkaian dari Program CSR Adira Insurance bertajuk I Wanna Get Home Safely!.

Tujuannya untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia dan terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

“Program ini untuk memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang semakin baik,” ujar Tanny Megah Lestari, Business Development Division Head Adira Insurance, dalam siaran resminya.

Tahun ini, tercatat 137 kota dan kabupaten ikut ambil bagian dalam IRSA 2018, dan disaring kembali menjadi 23 kota dan kabupaten sebagai finalis.

Baca juga:  Shop&Drive Raih Muri, Ganti 370 Aki Mobil 'Kartini Masa Kini'

Para finalis dipilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya.

Saat ini, ke 23 finalis telah memasuki tahapan observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan. Tujuannya untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan.

Pengembangan Penilaian IRSA 2018

Tahun ini, IRSA telah melakukan berbagai pengembangan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program, berupa perubahan metode survei kepuasan pengguna jalan. Survei ini lebih memperdalam aspek kuantitatif dengan tujuan agar data yang dihasilkan semakin valid dan komprehensif.

Dengan metode ini responden yang diwawancarai lebih banyak dengan sebaran wilayah lebih luas, sehingga semakin mewakili kepuasan masyarakat pada 23 finalis IRSA 2018.

Pengembangan IRSA 2018 juga dilakukan dengan menambahkan atribut observasi, seperti penerapan Smart City, pedestrian light crossing, yellow box junction, hingga pengecekan materi keselamatan jalan pada kurikulum sekolah.

Pengembangan lainnya yaitu proses sharing session dan penjurian. Tahapan ini nantinya akan dilakukan pada bulan ini dan berlangsung di Kota Surabaya.

Baca juga:  Catatan Lengkap Freddy Soemitro Lintas Timor Leste

Tahap penjurian, finalis IRSA akan memaparkan berbagai program tata kelola keselamatan jalan di daerahnya di hadapan para juri yang terdiri dari perwakilan lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya.

Penilaian mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia, yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Menurut Tanny, dipilihnya Surabaya sebagai tuan rumah Penjurian dan Sharing Session IRSA 2018, karena kota ini berhasil menjadi Pemenang IRSA 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2015.

Pertimbangan lainnya, Kota Pahlawan ini berhasil menjadi Pemenang Utama untuk kategori Excellent City yang merupakan kategori tertinggi dalam IRSA.

“Berbagai prestasi di bidang keselamatan jalan juga telah diraih Kota Surabaya. Tak hanya itu, kami ingin memberikan kesempatan pada finalis untuk melakukan benchmark terhadap penerapan program-program keselamatan jalan yang telah berhasil dilakukan Kota Surabaya,” tutup Tanny.

Baca juga:  Komunitas Motor Honda Jajal All New PCX150

Pemenang IRSA 2018 bakal diumumkan pada November 2018 sebagai bentuk apresiasi terhadap kota dan kabupaten finalis IRSA 2018 yang telah menerapkan prinsip tata kelola keselamatan jalan dengan baik. [dp/MTH]

Berikut 23 finalis IRSA 2018:

a. Kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.
1. Kota Banjarmasin
2. Kota Bogor
3. Kota Bandung
4. Kota Pekalongan
5. Kota Yogyakarta
b. Kota dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.
1. Kota Ambon
2. Kota Bitung
3. Kota Bontang
4. Kota Probolinggo
5. Kota Samarinda
c. Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.
1. Kab. Tangerang
2. Kab. Jepara
3. Kab. Cianjur
4. Kab. Kuningan
5. Kab. Pacitan
d. Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.
1. Kab. Banyuasin
2. Kab. Bangka
3. Kab. Barito Kuala
4. Kab. Kotabaru
5. Kab. Ogan Komering Ilir
e. Excellent City
1. Kota Balikpapan
2. Kota Tangerang
3. Kota Semarang



WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com